TEGAP.MY.ID
Hari B · Push · 3 set × 30–45 dtk

Plank — Stabilitas Postur

Plank adalah satu-satunya gerakan yang melatih core, bahu, dan glute sekaligus dalam keadaan diam. Hasil utamanya bukan otot perut yang besar, tapi stabilitas postur — tubuh yang tidak goyang saat berdiri, duduk, atau jalan.

Otot Target

Core (rectus abdominis, transverse abdominis, obliques), bahu (deltoid + serratus anterior), glute, dan paha sebagai stabilisator.

Cara Melakukan Plank

  1. Step 1 Posisi siku: Bertumpu pada kedua siku — siku tepat di bawah bahu. Lengan bawah menempel lantai, kedua tangan boleh kepalkan atau buka.
  2. Step 2 Tubuh lurus: Tubuh lurus seperti papan dari kepala sampai tumit. Bertumpu pada ujung kaki dan siku.
  3. Step 3 Aktifkan otot: Squeeze glute, perut, dan paha bersamaan. Bahu menjauh dari telinga. Pandangan ke lantai di antara siku.
  4. Step 4 Tahan: Tahan posisi 30–45 detik untuk pemula. Pernapasan tetap mengalir.

Kunci Form yang Benar

4 Kesalahan Umum

  1. Pinggul melorot ke bawah — sakit punggung bawah, dan core sebenarnya tidak terlatih.
  2. Pinggul terlalu tinggi — beban berkurang, plank jadi gampang tapi sia-sia.
  3. Mendongak — leher tegang, bisa cedera.
  4. Tahan napas — tekanan darah naik, plank jadi tidak nyaman lebih cepat.

Berapa Lama Tahan?

Lebih lama bukan selalu lebih baik. Yang menentukan progres adalah form sempurna selama tahan, bukan total durasi.

LevelDurasi/setSet
Pemula30 detik3 set
3 Bulan60 detik3 set
6 Bulan90 detik3 set

Aturannya: kalau form mulai rusak (pinggul mulai melorot/naik), berhenti sebelum durasi habis. Plank 45 detik dengan form sempurna lebih bermanfaat daripada plank 2 menit dengan pinggul melorot.

Manfaat Plank untuk Postur

Plank tidak membuat perut six-pack instan (itu butuh diet). Tapi plank membangun:

Variasi Plank

Mulai latihan →

Gerakan Terkait